Friday, August 24, 2007

Tentang Hot Line

HOT LINE


Istilah Hot Line sering kita dengar, namun makna dari kata itu sendiri tidak banyak diketahui orang. Untuk mengetahui terciptanya istilah ini perlu dirunut ke belakang.
Setelah Perang Dunia II, terjadi perang dingin antara Amerika dengan Uni Soviet (sekarang Rusia). Henry Kissinger dalam kapasitasnya sebagai sekretaris negara menyatakan bahwa terbuka peluang terjadi konflik dalam diplomasi pada era nuklir. Nuklir sudah menjadi senjata andalan masing-masing pihak dan cukup dengan memecel tombol peluncur kepala nuklir, maka perang nuklir dapat pecah sewaktu-waktu. Dengan pertimbangan bahwa perang dapat terjadi karena segelitir orang yang tidak mampu mengelola peristiwa-peristiwa yang mengecewakan dirinya. Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya ‘salah komunikasi, maka dibuat saluran telepon khusus yang menghubungkan Moskow dan Washington yang disebut kemudian dikanal dengan sebutan “hot line” pada tahun 1963.
Setahun sebelumnya, terjadi krisis misil di Kuba. Konfrontasi dipicu oleh kehadiran misil Soviet di Kuba yang dapat menyeret dunia dalam kehancuran karena perang nuklir. Setelah cara diplomasi dan kepala dingin gagal diperoleh, kedua pihak sadar akan bahaya perang besar yang terjadi hanya karena metode-metode komunikasi mereka tidak efektif. Sebagai contoh, duta besar Soviet di Washington, dalam masa panas ini, dipaksa untuk naik sepeda guna mengambil pesan-pesan penting dari Moskow ke kantor pos setempat karena fasilitas angkutan di boikot.
Pada masa presiden Kennedy dipasang hot line. Bukan berupa telepon warna merah, satu di Kremlin dan satu Gedung Putih yang berada di laci. Hot line pertama ini adalah teletype yang menggirim pesan dalam bentuk kertas berlubang (punch) dengan kecepatan 1 lembar setiap 3 menit. Sistem ini baru diganti dengan satelit dan kabel laut pada akhir tahun 1970-an. Perintah pertama datang dari Pentagon yang dikirimkan ke Presiden dalam bentuk kode, sebelum diverifikasi dan dikirim - setelah kembali diubah menjadi kode-kode, ke Moskow. Pesan dari Amerika ke Soviet dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris, menggunakan huruf Latin, sedang pesan dari Moskow ke Washington dialihbahasakan ke dalam bahasa Rusia menggunakan karakter-karakter Cyrillic.
Dalam hot line, tulisan yang digunakan bukan berupa transmisi suara atau video. Alasan bahwa tulisan dapat mengurangi pengiriman yang kurang sempurna dari pesan-pesan maha penting selain menghindari bahasa tubuh orang atau intonasi yang mudah disalahartikan. Selain pada saat-saat menjelang perjanjian pelucutan senjata, hot line digunakan oleh kedua negara ini ketika pecah perang antara Israel dan Arab, krisis India – Pakistan, agresi Soviet ke Afgranistan.

Monday, August 20, 2007

Walmart vs. Carrefour

Perbandingan Walmart dan Carrefour
(AWSJ, 1 Desember 2006)

Carrefour
Penjualan: $ 95 b
Jumlah toko: 12.290
Cabang: 29 negara
Kantor Pusat:Paris
Cabang perdana:Belgia (1969)
Negara paling sulit untuk bisnis:Belgia
Luas rata-rata per toko: 9.688 m2
Motto: “A quater of an hour ahead” (of the competition)


Walmart
Penjualan: $ 312,4 b
Jumlah toko: 6.500
Cabang; 14 Negara
Kantor pusat: Bentonville, Arkansas
Negara perdana: Mexico (1991)
Negara paing sulit untuk bisnis: Jepang
Luas rata-rata per toko: 16.747 m2
Motto: Alway Low Prices”

Negara tempat mereka paling keras berkompetisi: Cina, Brazil, Argentina

Problem awal:
- Penjualan dan profit turun terutama di Perancis.
- Sulit melakukan eksperimen untuk mendesign toko-toko baru yang berakibat menurunkan pangsa pasar.


Solusi:
- Februari 2005, diangkat CEO baru, bekas konsultan Arthur Andersen yang pernah digunakan oleh Carrefour.
- Menurunkan harga untuk bersaing termasuk menggunakan label pribadi guna meningkatkan pangsa pasar.
- Menerbitkan kartu keanggotaan untuk meningkatkan loyalitas pembeli. Misal: potongan harga untuk daging dan barang-barang pada musim-musim tertentu.
- Memasuki pangsa pasar baru dengan membagi 3 tipe hypermart: besar, sedang dan kecil (< 7.750 m2). Bahkan di Spanyol dibuat sedikit lebih kreatif dengan membagi menjadi 3 kategori: “Mini-Hyper” menjual barang bukan-makanan, Carrefour Express di daerah aatau kota yang lebih besar dengan ukuran yang lebih kecil dari super market dan “Maxi Dia” yang menawarkan barang-barang yang lebih beragam dibanding toko-toko lain yang ada di daerah sekitarnya. Rencana ekspansi dengan membuka cabang di India.
- Mengurangi karyawan di Kantor Pusat (1.700 orang) dan dewan direksi (dari 11 orang menjadi 5 orang) untuk mempercepat proses pengambilan keputusan.

Wednesday, August 15, 2007

Sears & Roebuck

Sears & Roebuck

Di Amerika, penghujung abad 19, ditandai dengan pembangunan rel kereta api besar-besaran guna menghubungkan kota-kota besar di seluruh Amerika. Kota Chicago, pada masa itu – belum muncul Al Capone, merupakan kota besar yang kelak akan menjadi kota tujuan sekaligus kota transit bagi penumpang kereta api. Mulai makin majunya transportasi dengan kereta api ini memunculkan jasa pengiriman lewat kereta api. Salah seorang agen pengiriman barang lewat kereta api adalah Richard Sears yang tinggal di North Redwood, Minnesota. Usaha jasa pengiriman itu terus berkembang, namun dengan tanpa disengaja ada boks paket berisikan jam tangan yang dikirim dari penjual jam di Chicago kepada pemesan di North Redwood, tidak ada yang mau menerimanya. Sears, sebagai agen, kemudian mengambilalih tanggung jawab dengan membeli boks paket itu.
Setelah itu, Sears berusaha keras menjual semua jam tangan itu namun tetap menjadi agen pengiriman. Pada akhirnya Sears dapat menjual semua jam tangan itu dan mendapatkan keuntungan cukup besar. Besarnya keuntungan ini – dibandingkan dengan menjadi agen paket, membuat Sears tertarik untuk membeli lebih banyak jam tangan lagi sebelum akhirnya menjadi distributor jam tangan dengan meninggalkan usaha jasa pengiriman.

Lama kelamaan, dirasa bahwa North Redwood terlalu sempit untuk melakukan ekspansi usaha, sehingga Sears pada tahun 1887 memutuskan untuk pindah ke Chicago. Guna mengembangkan bisnis jam tangannya, Sears berusaha melengkapi jasa reparasi jam tangan dengan memasang iklan mencari tukang reparasi, dimana hal ini adalah antisipasinya dalam menghadapi pesaingan dengan memberikan service ini. Alvah C. Roebuck, sebagai ahli reparasi jam, sudah dapat diduga, menjawab panggilan iklan ini. Dan 6 tahun kemudian mereka bermitra. Perusahaan Sears, Roebuck and Co. berdiri dengan bisnis menjual jam tangan lewat katalog yang dikirim lewat pos kepada petani-petani atau penduduk yang tinggal di daerah terpencil, dimana selama ini hanya dapat membeli barang lewat toko-toko kecil yang ada di daerahnya atau membeli pada prajurit bertugas di daerah yang berusaha mencari tambahan penghasilan dengan cara menjual barang-barang yang dibawanya dari kota ke petani atau penduduk di desa.


Daerah operasi pertama adalah Kanada, dan bisnis model pesanan lewat pos (mail order) ini terus membesar sehingga ditiru oleh banyak orang sampai pertengahan abad 20. Persaingan dan perubahan yang terjadi mengubah demografi pembeli. Begitu pula setelah Perang Dunia II, jarak antara kota dan desa menciut dengan munculnya daerah pinggiran kota. Hal ini rupanya mengakhiri era menjual lewat katalog berakhir.

Pada awal tahun 2005, Sears merjer dengan Kmart dengan nama Sears Holding Corporation.

Tuesday, August 7, 2007

The Whole New Mind

The Whole New Mind.
Berpindah dari Zaman Informasi menuju Zaman Konseptual
(Daniel H. Pink
)

Pernahkah Anda berpikir tentang karir nyaman yang Anda nikmati sekarang sebagai karyawan di suatu perusahaan besar atau menjadi wirausaha di bidang industri tertentu di masa mendatang?

Untuk mengetahui hal ini cobalah Anda mengajukan 3 pertanyaan di bawah ini kepada diri Anda sendiri.

Apakah yang saya tawarkan merupakan kebutuhan jaman kelimpahan?
Bisakah seseorang di benua seberang melakukan hal itu lebih murah?
Bisakah komputer melakukannya lebih cepat?

Pertanyaan pertama menunjuk kepada era kelimpahan, dimana kebutuhan orang sudah jauh di atas kebutuhan hidup minimum seperti yang disebut [Abraham] Maslow. Kondisi ini membuat orang membeli kebutuhan guna aktualisasi diri. Mal menjamur dan pakaian yang dijajakan melimpah dengan harga semakin murah.

Pertanyaan kedua menunjuk fenomena outsourcing, dengan alasan efisiensi. Akibatnya membuat orang yang selama ini mengerjakan tugas itu, kehilangan pekerjaan.

Pertanyaan ketiga menunjuk bahwa komputer dapat menggantikan pekerjaan-pekerjaan yang selama ini selalu dikerjakan manusia. Perangkat lunak Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) untuk mendeteksi gejala penyakit sampai obat yang harus diminum hanya lewat klik di komputer.

Ketiga perubahan di atas: abad kelimpahan, outsourcing dan otomatisasi ini membuat orang yang hidup di masa ini, terlebih yang akan mengambil studi atau mencari pekerjaan di masa mendatang, harus berpikir ulang dan akhirnya menyiapkan strategi agar mampu bertahan.

Penulis memberikan 6 jalan keluar yang disebutnya 6 indera, karena semuanya menyentuh hakikat manusia yang paling mendalam dan tidak berubah sepanjang masa.

- Bukan hanya FUNGSI tapi juga DESAIN
Bayangkan anda membeli lilin yang biasa anda gunakan 2 dekade lalu, putih kurus dengan sumbu putih. Sekarang, di rak pasar swalayan, dapat dijumpai puluhan jenis lilin dengan berbagai warna, bentuk, kemasan, kegunaan. Gula pasir dan tepung terigu pun sekarang mulai tersedia dengan berbagai kemasan untuk melayani ceruk pasar yang berbeda dan disertai dengan embel-embel gaya hidup. Apple, Samsung, Idea adalah perusahaan yang berkutat dengan desain produk selain menonjolkan fungsi.

- Bukan hanya ARGUMEN tapi juga CERITA
Anda mudah tertatik dengan cerita. Iklan yang dijadikan dalam bentuk dongeng atau kisah bersambung lebih persuasif dibandingkan iklan yang biasa kita lihat. Cobalah mengganti iklan rumah dijual dengan cerita seperti: “Penghuni rumah ini sudah lama tinggal di rumah dengan marmer warna putih, taman yang penuh tanaman buah siap petik, pintu dari kayu jati, lampu kristal di ruang tamu namun karena semua anak sudah besar dan ingin kita sebagai orang tua ikut tinggal di kota, maka dengan amat berat hati, rumah indah ini akan dijual.”

- Bukan hanya FOKUS tapi juga SIMPONI
Cara kerja otak kanan adalah simponi, bukan melihat secara partial, namun melihat secara holistik. Memahami hubungan berbeda, terpisah dan dalam berbagai disiplin [ilmu] memberi peluang ada menjadi seorang pelintas batas (dokter tapi juga pelukis), penemu hal baru (Velcro ditemukan orang yang sudah ke gunung) atau pencipta metafora – istilah dalam satu disiplin ilmu dipakai dalam bidang ilmu lain. Paul Erdos, seorang matematikawan, menyebut anak kecil dengan epsilon.

- Bukan hanya LOGIS tapi juga EMPATI
Saya sangat lelah. Setelah 3 hari menyiapkan tulisan naskah ini, dan tidur kurang dari 4 jam setiap harinya ditambah masih harus ke kantor karena ada artikel mengejar jam tayang. Setelah membaca kalimat di atas, Anda dapat ikut merasakan rasa lelah itu, maka Anda memiliki empati.
Untuk dapat berempati Anda memerlukan keterlibatan emosi untuk disadari bahwa Anda berinteraksi dengan seseorang yang memiliki perasaan, dimana perasaannya mempengaruhi perasaan Anda sendiri. Pelayanan dengan empati dapat menarik pelanggan lebih banyak, bukan?

- Bukan hanya KESERIUSAN tapi juga BERMAIN
Industri video games terjadi karena perubahan ini. Menjamurnya game online mengalahkan kejayaan warnet pada awal kemunculan Internet. Tidak ada batasan umur maupun ruang ketika orang ingin bermain. Hasil nyata adalah dapat mengurangi stres, jika belum terlanjur menjadi maniak game. Tempat paint ball dan outward bound adalah bentuk lain dari bermain.

- Bukan hanya AKUMULASI tapi juga MAKNA
Materi ternyata tidak mampu memberi makna kepada kehidupan ini.
Dorongan dasar manusia adalah pencarian makna, bukan kesenangan belaka. Tidaklah mengherankan apabila sudah terjadi perubahan mendasar tentang upaya orang mencari makna. Industri buku rohani dan spiritualitas makin marak bahkan dekade mendatang [megatrend] disebut sebagai kebangkitan spiritualitas dari pribadi sampai organisasi. Apabila Anda ingin lebih rinci dapat dibaca pada “Megatrends 2010. Bangkitnya Kesadaran Kapitalisme” karya Patricia Aburdene.

Monday, July 16, 2007

Michael Bloomberg

Bloomberg


Michael Rubens Bloomberg bekerja sebagai menjadi pialang (trader) sejak tahun 1970 di Solomon Brothers. Lulus tahun 1966 dan karir melesat pesat karena pada tahun 1970 sudah diangkat menjadi partner. Dia sudah sangat menyukai tempat bekerja ini, namun dia memicu konflik yang membuatnya dia harus tersingkir dan menjalankan perusahaan sistem komputer yang baru didirikan. Tidak lama, Solomon Brothers menjadi perusahaan publik sebelum merjer dengan Phibro – yang menyatakan bahwa beberapa mitra termasuk Bloomberg tidak dapat bekerja lagi di sana. Dengan pesangon berupa surat-surat berharga Solomon-Phibro dengan kisaran nilai $ 10 juta, Bloomberg meninggalkan perusahaan yang sudah lama menjadi tempat tumpuannya pada tahun 1981. Berbeda dengan rekan-rekan lainnya, Bloomberg paham komputer, dimana ini menjadi keunggulannya.

Pertama kali Bloomberg merekrut teman-temannya guna mendirikan perusahaan dengan misi membantu melakukan komputerisasi di Wall Street dan operasi-operasi keuangan lainnya yang memperdagangkan surat berharga pendapatan tetap. Mereka akan diberi sejumlah data (misal :spesifikasi obligasi perushaan), alat-alat untuk analisis yang memungkinkan para penggunanya melakukan manipulasi data (misal: menghitung nilai relatif antara obligasi Pemerintah vs. Obligasi perusahaan, melakukan proses transaksi dan menciptakan sistem yang memungkinkan pialang – bagian depan, berhubungan dengan bagian belakang (back-office).

Tawaran paket jasa keuangan ini relatif baru dan tidak dengan mudah dirancang dan perlu waktu lama. Baru pada tahun 1982 berdirilah perusahaan Bloomberg L.P. yang mengenalkan jasa di atas dengan nama Sistem Pasar Inovatif (Innovative Market Systems) yang mendapat pesanan pertama kali dari Merrill Lynch. Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan jasa pelayanan ini membuat banyak perusahaan, kemudian, memakainya.

Penyediaan data real-time digabung dengan data historis dan analisis yang akurat serta dikomunikasikan lewat media elektronik, televisi dan radio membuat Bloomberg L.P. berkembang pesat. Merasa hidupnya sudah mapan dengan menjadi milyander, Bloomberg mencalonkan diri menjadi menjadi walikota New York pada tahun 2001. Kampanye dengan dana pribadi ini ternyata sukses dan Bloomberg menggantikan Rudolph Guiliani menjadi walikota. Pada tahun 2005, Bloomberg terpilih kembali sebagai walikota New York untuk masa jabatan kedua.

Thursday, July 12, 2007

Asal-usul Call Center

CALL CENTER

Sering kita melihat nomor telepon dengan angka depan 0 dalam format 0-XXX-1-XXX-XXX atau dengan format lebih pendek 0-XXX-XXX. Ciri-ciri nomor yang dipakai adalah nomor yang tergolong mudah diingat orang atau lebih dikenal dengan sebutan ‘nomor cantik’ disertai dengan embel-embel pulsa gratis. Bagi yang sering bepergian menggunakan pesawat pasti ingat dengan nomor call center Garuda Indonesia yaitu 0-807-1-807-807. Bagi yang sedang iseng, cobalah membaca tube odol, sabun mandi cair dalam kemasan, deterjen atau cream pencuci muka, beberapa produk makanan dalam kemasan barangkali adalah aplikasi call-center dalam dunia usaha di Indonesia.
Spirit awal call-center adalah adanya keinginan untuk sekelompok penghuni perumahan atau penduduk suatu kota/daerah tertentu, para usahawan, komunikasi antar tetangga atau organisasi nirlaba agar dapat ikut berperan serta dalam upaya-upaya perencanaan strategik Hampton pada kurun pertengahan dekade 1990-an di Amerika. Tujuan dari perencanaan strategik ini adalah konsep Kenyamanan bagi Kustomer (Customer Delight) atau bagaimana menjalin keterhubungan antara Pemerintah dengan Kustomer. Program Kenyamanan bagi Kustomer memberi janji “…melampaui harapan-harapan kustomer dengan menyediakan pelayanan yang tidak sesuai harapan atas kualitas produk yang ditawarkan.”
Para pemakai makanan kecil, sebagai contoh, merasa frustrasi dan tidak puas dengan produk yang diberikan produsen namun tidak dapat atau tidak tahu orang dari pihak produsen yang dapat dihubungi, dimana mereka mampu membantu mereka memecahkan problem yang dihadapi. Mungkin mereka yang kecewa ini dapat menghubungi kantor pusat atau pabrik – tidak tahu departemen yang tepat, namun setelah telepon diterima oleh operator, dioper-oper ke beberapa orang tertentu namun tetap tidak dapat menjawab problem mereka dengan tuntas. Problem ini adalah problem atar departemen atau divisi sehingga, sepcara prosedural, mereka harus mengisi formulir-formulir tertentu sebelum permohonan mereka ditanggapi.
Kustomer menginginkan:
1. Nomor yang dapat dihubungi dan mudah diingat
2. Dapat menjadi orang pertama yang dapat menampung problem mereka
3. Memiliki akses 24 jam
Ketiga keinginan dari kustomer ini, kemudian dipecahkan dengan cara membentuk tim sebelum digagas apa yang kemudian disebut dengan call center dan tentunya setiap call center diberi embel-embel pulsa menjadi beban call-center.

Tuesday, June 26, 2007

Frustration

Dapat disebut ada 9 (sembilan) sumber frustasi, yaitu:

Career bottleneck
Generasi setelah PD II jumlahnya banyak dan hanya ada beberapa posisi untuk memimpin yang diperparah dengan banyaknya jenjang dalam organisasi. Tidak ada jaminan pekerjaan (job security) adalah problem utama bagi mereka yang berusia 40 – 50 tahun.
Work/life tension
Pekerja paruh baya ini adalah obyek yang dijepit komitmen akan anak-anak dan orang tua, dan pada saat bersamaan tanggung jawab mereka dalam pekerjaan sedang dalam tahap puncak.
Lengthening horizon
Mereka umumnya tidak punya tabungan yang cukup atau menyiapkan diri menghadapi pensiun atau bekerja paska pensiun karena mereka adalah tukang belanja dan tidak punya tabungan.
Skills obsolescence
Banyak yang perlu berjuang untuk mempelajari cara dan metode baru ketika mengelola era informasi. Yang dibutuhkan mereka bukanlah gaji yang tinggi namun menambah keahlian dan ketrampilan.
Disillusionment with employer
Di sini tercakup rasa tidak aman dan tidak percaya karena gelombang downsize disamping adanya jurang yang dalam antara gaji atasan dan gaji bawahan.
Burnout
Mereka yang sudah bekerja 20 tahun atau lebih atau bosan dan tertekan, menemukan bahwa pekerjaan tidak menarik lagi dan berulang-ulang, sehingga kurang bersemangat untuk bekerja dan mengatasi kondisi itu.
Career disappointment
Peran mereka dan dampak pekerjaan mereka gagal untuk ukuran mereka yang masih muda usia dan penuh ambisi.

Solusi:
- Fresh assigments
- Career change
- Mentoring colleagues
- Fresh training
- Sabbaticals (keluar dari rutin kegiatan sehari-hari)
- Expanding leadership development

(Diringkas dari HBR, March 2006)

Tuesday, June 12, 2007

Ren Coaching From Eva Wong

Wong, Eva and Leung, Lawrence, The Power of Ren. China’s Coaching Phenomenon, John Weley & Sons, Singapore, 2007.

REN Coaching

For make interpretation look character Ren (in Chinese) that mean people

REN consist:
a) 2 aspects:
(Outer) → Knowledge & Skills
(Inner) → Belief & Attitude

b) 3 pillars:
Yin (cause & effect) → WHY – self-motive, life purpose (GOAL)
Tao (the way) → HOW – way that synchronize with inner self. (ACTION)
Shu (tolls, methods, skills)→ WHAT – to fulfill (RESULT)

Framework: 9-Dots Leadership®
Kesembilannya dapat dihubungkan lewat 4 garis lurus bermula dari passion, commitment, responsibility, appreciation, giving, trust, win-win, (Passion), enrollment, possibilities

Passion
(True value, Freedom of choice, self-expression)
Commitment
(Self discipline, integrity, focused attention)
Responsibility
(Non-separation, willingness, initiative)
Win-Win
(Perspective, respect, compassion)
Enrollment
(Dreams, manifestation, inspiration)
Appreciation
(love, cherish ourselves, acceptance)
Trust
(Creation, fearlessness, relinquishing control)
Giving
(Selfishness, joy, selflessness)
Possibilities
(nothingness, humility, inquiry)

Passion (Gairah)
(Jujur pada diri sendiri adalah kunci bagi passion. Lewat kata dan perbuatan yang dapat menular kepada siapa pun. Orang yang membenci tantangan bukanlah orang yang memiliki passion. Saat ketiga komponen di bawah ini menyatu, maka diri kita dipenuhi dengan gairah).

True values (seperti Gandhi, apa nilai-nilai hakiki yang saya genggam erat?)
Freedom of Choice (kita bebas memilih untuk gembira, misal, semua hak itu ada di tangan kita, bukan faktor-faktor eksternal).
Self-expression (mengungkapkan diri tanpa ditutup-tutupi)


Commitment
(Mengandung 2 hal, seperti dua karakter pembentuknya, keinginan untuk mengatasi hambatan dan memberi janji)

Self-discipline (keinginan yang sudah dijabarkan menjadi komitmen harus diubah lewat disiplin diri.
Integrity (ucapan kita kepada orang lain bahwa kita akan melakukan sesuatu adalah kontrak psikologis dengan mereka dan kontrak ini ditunggu untuk dipenuhi. Jika komitmen kita hanya sebatas ucapan saja, maka kita secara sepihak merobek kontrak dan mereka tidak akan menaruh kepercayaan dan percaya kepada kita. Tindakan-tindakan kita di masa lalu dipakai sebagai dasar bagi pengharapan orang. Dengan kata lain, tindakan kita adalah dasar integritas kita).
Focused Attention (Rumus dari Timothy Gallwey, pelatih tenis, adalah: P = p – i, “Performance = potensial – interference”. Makin banyak gangguan atau campur tangan, maka Performance rendah. Bagaimana kita mengenali i ini. Kepercayaan atau konsep-konsep – dari dalam diri - yang tidak terkait dengan tujuan adalah i. Tindakan yang menyertai janji yang diberikan, perlu fokus untuk meraihnya. Buang semua bentuk i, maka kita bisa mengambil tindakan sesuai kontrak psikologikal milik kita).

Responsibility
(Lebih mudah mengidentifikasi tanggung-jawab untuk orang lain daripada untuk diri sendiri. Ada 3 penyebab ‘beratnya’ orang memegang tanggung jawab, yaitu: perilaku antara kehidupan dan masalah; merealisasikan rasa tanggung-jawab dari dalam diri kita yang tidak dapat dialihkan kepada orang lain; semua tindakan kita adalah hasil dari pilihan-pilihan yang kita ambil sepenuhnya adalah akibat pilihan-pilihan ini dan kita tidak dapat menyalahkan faktor-faktor eksternal).

Non-separation (Budha mengatakan bahwa:“Apabila kita tidak merangkul tanpa-pemisahan, maka akan ada kedamaian dalam hati kita.” Pemisahan adalah akibat dari polarisasi antara bertindak dan diam, suka dan tidak suka. Pikiran manusia mudah terkecoh oleh yang dirasa oleh panca indra dan pikiran dan hal ini membuat mereka mudah menghakimi. Misal: Matanya tampak licik, maka saya tidak menyukainya.
Willingness (ketika rasa tanggung-jawab sudah menjadi perilaku, maka muncul spirit kemauan dari dalam hati. Sikap ini memberi kita kebebasan memilih gaya hidup kita karena semua berawal dan berakhir dari “Aku.” Kita tidak mengeluh dan tidak menyalahkan orang lain untuk apapun yang sudah menjadi pilihan kita. Kita semua itu sebagai tanggung jawab diri kita.
Initiative (Tanggung-jawab tidak sama dengan tindakan. Namun ketika kita mau berinisiatif, maka hati kita terasa ringan dan tidak ada keluhan).

Appreciation
(Untuk mengetahui apresiasi sejati, kita harus melakukan transedensi terhadap standar-standar nilai. Kita belajar menghargai lebih dari sekedar baik atau buruk, indah atau jelek, karena akhirnya kita dapat melihat manfaatnya. Lewat apresiasi, pemimpin dapat merebut hati, dapat dengan mudah mengetahui bakat-bakat orang dan menggunakan seefektif mungkin. Apresiasi memunculkan gairah dan antusias seluruh tim. Ketika pemimpin memberi apresiasi, maka mereka yang dapat akan meningkat rasa percaya dirinya dan akan menular dan mampu meningkatkan moral.)

Love (Cinta melekat dalam diri dan kemampuan kita untuk mencintai tak terhingga – teristimewa mengenali tidak ada pemisahan segala sesuatu; segalanya relatif dan tidak mutlak. Mengapresiasikan cinta diikuti dengan memberi perhatian pada orang lain dan mencintai kekuatan-kekuatan mereka. Bukan memaksakan nilai-nilai anda kepada mereka. Kita seringkali sibuk mencari orang yang mau mencintai kita dan ini bukan bentuk cinta tapi “bergantung pasif.” Cinta fokus pada orang lain sedang suka fokus pada diri sendiri. Apresiasi terjadi lewat cinta.
Cherish ourselves and others (apresiasi berarti memilih untuk melihat kekuatan-kekuatan orang lain dan melihat dari sisi baik. Proses ini berawal dari dalam diri. Hanya jika kita mampu menghargai diri kita, maka orang lain akan menghargai pula.
Acceptance (pemimpin yang selalu mengatakan “tidak:, tidak mengetahui bagaimana menghargai orang lain dan lewat penolakan mereka menunjukkan promblen superioritas (superiority complex). Apresiasi tidak dapat diekspresikan lewat penolakan namun lewat penerimaan. Penolahan bibit perasaan gagal dan membuat diri kita tanpa daya. Apresiasi adalah menerima orang lain untuk keunikan mereka, mampu meningkatkan tingkat toleransi yang disampaikan lewat senyum, tepukan di pundak dan kata-kata penyemangat.

Giving
(Sangat manusiawi bila saat kita memberi kita mengharapkan balasan. Mental memberi dan menerima adalah beda. Guna menyembatani keduanya diperlukan ‘investasi’ ditengah. Kerelaan tidak perlu ‘investasi’ namun jika mengharapkan balasan, maka perlu investasi. Lewat investasi kita mengharapkan imbalan tentunya ada risiko tidak kembali. Jika kita terlalu menekankan pada imbalan, maka ini adalah bentuk lain dari menerima bukan memberi).

Selfishness (menempatkan orang lain sebelum diri sendiri adalah salah satu bentuk sukses misi spiritual lewat kepuasan diri yang didapat)
Joy (kita gembira ketika semua orang gembira, dan proses memberi mereka kegembiraan mampu memberi kegembiraan tersendiri bagi diri kita)
Selflessness (adalah bentuk dari memberi. Saat ego berperan, kita tidak memberi tapi menerima. Memberi punya imbalan tersendiri dan ego tidak ada di sana. Tanpa ego, bukan berarti diri kita tidak penting, namun lebih menunjuk kemampuan untuk memberi. Guna meraih tujuan ada dua cara: menempatkan kepentingan diri di atas orang lain atau membantu orang lain meraih tujuan mereka terlebih dahulu, sebelum meraih tujuan diri. Hasil yang dituju sama, namun proses berbeda maka hasil akhir yang diperoleh sangatlah berbeda.

Trust
(mengandung 2 arti yaitu keyakinan (psikologi) dan interaksi (sosiologi). Kita harus memberi kepercayaan dalam upaya untuk menemukannya).

Creation (Ketika kepercayaan diberikan secara tuntas, ini adalah bentuk penciptaan. Hal ini memciptakan keterhubungan baru, kesempatan baru, cara hidup baru untuk saling-mendukung dengan orang lain secara mutual.
Fearlessness (Tidak takut adalah konsekuensi lanjutan dari kepercayaan. Perasaan tidak nyaman adalah dasar dari kurang percaya diri, namun keduanya berjalan seiring. Keberanian adalah manifestasi dari kemampuan paling dasar untuk mengembangkan kepercayaan.
Relinquishing Control (Kepercayaan bukanlah konsep tapi pengalaman, Konsep mudah didefinikan lewat berbagai cara namun pengalaman adalah langsung. Situasi dan orang tertentu mungkin membuat diri kita merasa tidak nyaman, sebaliknya jika kita merasa nyaman, maka pengalaman kita menyebutkan untuk percaya.

Win-Win
(Para pemimpin yang tidak menyadari strategi menang-menang akan mengerahkan segala upaya menjatuhkan pesaing, mengenyahkan musuh dari pasar. Nyatanya yang dialami adalah kalah-kalah. Adalah tidak mungkin, dalam bisnis masa ini, sukses sendirian, karena semuanya saling bergantung satu dengan lainnya).

Perspective (Alam semesta ini adalah sistem tunggal. Dengan berdiri di atas, kita bisa mengetahui perspektif dan melihat segala sesuatunya saling berkaitan. Hal ini memungkinkan melakukan teroboasan dari berpikir “Aku menang” menjadi menang-menang).
Respect (Bekerjasama dalam situasi menang-menang menuntut syarat kita semua sama dan akhirnya terjadi saling menghormati. Menaruh hormat berarti tidak memaksakan kehendak kita kepada orang lain, dan akhirnya terjadi kooperasi dan dibangun lewat komunikasi)
Compassion (Rasa ikut prihatin membuka diri kita untuk mengetahui adanya perbedaan diantara kita, melihat permasalahan dari sudut pandang orang lain sehingga timbul rasa ikut menghargai sebelum terjalin keterhubungan yang erat. Pemimpin dengan mental menang-menang mampu mengkombinasikan pendekatan manusia yang beroreintasi pada kepuasan dan kenyamanan dengan pendekatan tugas yang berorientasi pada pencapaian tujuan.

Enrollment (menjadi anggota)
(Merupakan lawan dari rekruitmen. Kita merekrut kita menyebut “Aku perlu kamu.” Namun menjadikan anggota (enroll) orang adalah kita membuat mereka tertatik dan memberi inspirasi secara sukarela bekerja di tempat kita. Inti dari enroll adalah mengstimulasikan mimpi-mimpi orang dan membangkitkan semangat mereka lewat inisiatif diri. Kepemimpinan riil adalah kekuatan enroll dan kepemimpinan dimanifestasikan lewat enroll. Enrollment adalah kemampuan untuk mempengaruhi dan mengubah sikap serta mendorong orang bertindak secara sukarela. Berbeda dengan persuasi yang dimaksudkan untuk mengubah perilaku dan tindakan orang pada arah tertentu. Enroll adalah daya yang membuat tim bertindak menang-menang dengan mengstimulasikan mimpi-mimpi mereka dan pemimpin memberi inspirasi)

Dreams (Tahap awal enrollment adalah menemukan mimpi. Sering mimpi itu adalah sesuatu yang jelas dan sederhana. Ada 2 jenis enrollment: 1) mimpi kita distumulasikan dan kita secara sukarela mengejarnya dan mereka yang yang ikut bukan bagian dari proses meraih mimpi – seperti orang tua membimbing anaknya; 2) adalah enrollment dimana pencetus inspirasi ikut terlibat dalam prosesnya. Coaching adalah bentuk pertama enrollment dimana pelatih membantu klien mengenali kekayaan nyata mereka, mendifinisikan mimpi, tujuan hidup dan bertindak untuk meraihnya. Pemimpin, sebaliknya, enroll orang agar tidak kenal lelah mengejar mimpi bersama. Jika kita mempunyai mimpi, maka kita akan memiliki gairah [passion] dan komitmen. Mau menerima responsibility dan memberi appreciation kepada orang-orang disekitar kita. Kita menciptakan trust dan bermental win-win. Dengan ini semua, kita menawarkan lebih banyak passion, enroll lebih banyak orang dan menemukan kesempatan-kesempatan baru)
Manifestation (Kita mau mengubah perilaku kita jika kita dapat melihat manfaat melakukan hal itu dengan mengamati pengalaman orang lain. Manifestasi adalah inti dari enrollment)
Inspiration (Apakah mengstimulasi cita-cita seseorang atau mengstimulasikan cita-cita kolektif, kondisi mendasar bagi suatu keberhasilan adalah mengubahnya menjadi tindakan. Cara efektif adalah lewat inspirasi. Membangkitkan spirit enrollmen adalah suatu sikap dan kemampuan internal, namun ekspresi eksternal adalah kekuatan inspirasi. Lewat inspirasi kita bisa membantu orang lain untuk mengindetifikasikan mimpi-mimpi mereka dan diekspesikan ke luar. Kita dapat meng-enroll mereka untuk bertindak dan bergabung menempuh perjalanan bersama.

Possibilities
(Kehidupan selalu berubah dan hal ini biasanya dibatasi oleh kepercayaan yang kita anut atau percayai, yang hanya mampu melihat kesempatan-kesempatan pada situasi-situasi tertentu. Jika kita mampu mengenyahkan kepercayaan-kepercayaan itu, kita menciptakan kesempatan-kesempatan bagi diri kita).

Nothingness (Guna merangkul kesempatan-kesempatan, lupakan model-model, buang batasan-batasan dan carilah kekosongan, yaitu ruang yang memungkinkan kita malekukan hal-hal tanpa batas. Saat pemimpin berbicara tentang ketiadaan ini, dia berniat meninggalkan masa lalu, membuang kepercayaan, pandanfan dan keputusan guna memulai hal-hal baru dari awal lagi. Lewat cara ini mereka mampu melintasi pengalaman masa lalu dan membuka kehidupan mereka bagi kesempatan-kesempatan baru.
Humility (Ketika kita bergantung pada pengalaman masa lalu, kita terperangkap pada tempat dengan pandangan terbatas. Kita berpikir bahwa kita sudah melihat semua dan bereaksi sesuai dengan apa yang kita yakini. Konfusius mengatakan: “Only when a person has traveled far and climbed high wall he be humble.”
Inquiry (Saat kita berpikir bahwa kita sudah melihat segala sesuatu, dan kita mengetahui bahwa semua itu sudah diketahui, kita terperangkap dalam masa lalu dan menjadi arogan dan bertahan, buta pada kesempatan-kesempatan baru. Campakkanlah masa lalu, saya mencari solusi dan merencanakan kehidupan masa depan. Pada posisi ini kesempatan-kesempatan tak terbatas muncul.

Jakarta, 7 Januari 2007

Handjojo

Monday, June 11, 2007

Synchrodestiny from Depak Chopra

Synchrodestiny (Depak Chopra)

Prinsip 1: You are a ripple in the fabric of the cosmos (Aham Brahmasmi)
Latihan 1: Putar CD musik yang menenangkan. Tutup mata dan pusatkan perhatian pada apa yang anda dengar untuk diproses oleh otak anda. Nikmati keheningan diantara pikiran dan perasaan pada saat itu.
Latihan 2: Ambil kertas dan pen untuk mencatat apa yang terlintas dapat pikiran, dalam bentuk kata singakt saja. Pertanyaan: Mengapa saya di sini? Tunggu respons. Mempunyai tujuan yang jelas akan membantu anda fokus pada intensi.

“Bayangkan bahwa anda termasuk dalam jalinan jalinan benang-benang kosmik yang menjalin semua itu.”

Prinsip 2: Through the mirror of relationship I discover my nonlocal self (Tat Tvam Asi)
Latihan 3: Pikirkan orang yang sangat menarik hati anda. Tulis 10 kualitas yang anda kagumi pada selembar kertas. Tulis cepat agar pikiran sadar tidak sempat berpikir. Lalu, bayangkan orang yang sangat anda benci, tulis 10 kualitas apa saja yang tidak anda sukai di sisi lain pada kertas yang sama. Tulis 3 kualitas yang tidak anda sukai dari orang 1 dan 3 kualitas yang anda sukai dari orang 2. Lingkari kualitas orang 1 yang ada pada diri anda. Lihat kembali daftar kualitas yang tidak anda lingkari, pastikan bahwa kualitas ini memang tidak anda miliki.
Lihak kembali daftar yang anda lingkari, ambil tiga yang paling sesuai dengan diri anda dan tulis di belakang kertas.
Latihan 4: Ucapkan Namaste (=jiwa dalam diri anda menghormati jiwa yang ada dalam diri orang lain) dalam hati ketika beradu pandang dengan orang yang anda temui. Berlatih beberapa hari, maka anda akan menemukan bahwa anda berada pada aras yang sama dengan orang tersebut.

“Bayangkan bahwa ketika anda melihat alam semesta, anda memandang bayangan anda di cermin.”

Prinsip 3: Master your inner dialogue (Sat Chit Ananda)
Latihan 5: Cahaya dari jiwa anda tercermin pada mata.
Di depan cermin, tatap mata bayangan anda dan dalam hati ucapkan 3 prinsip dasar self-referral.
- Katakan pada diri anda “Saya sama sekali bebas dari opini baik atau buruk dari orang lain.”
- “Saya tidak berada di bawah siapapun.”
- “Saya tidak takut menghadapi segala tantangan.”
Ingat: hanya memandang bayangan mata di cermin, bukan ekspresi wajah.

“Bayangkan anda memandang dunia ini dengan kebahagiaan dan damai.”




Prinsip 4: Intent weaves the tapestry of the universe (San Kalpa)
Latihan 6: Cari tempat tenang dan tulis, pada kertas, apa saja yang anda inginkan seperti: material, penghargaan diri, keterhubungan, keinginan spiritual, self-esteem. Buat spesifik mungkin.
Misal: ingin menyekolahkan anak ke mancanegara, punya perpustakaan besar (sendiri), hubungan dengan anak, bawahan, teman, mitra (orang lain), sumbangsih bagi masyarakat, negara (lebih umum).
Simpan catatan ini dan lihat dan baca dua kali sehari agar tetap fokus.
Latihan 7: Pergi ke tempat sepi, dan selama 5 minit tempatkan kesadaran anda pada nafas. Dilanjutkan dengan meletakkan kesadaran mental pada jantung, di tengah dada. Dengan perhatian di jantung, anda mulai merasakan jantung berdetak lebih keras. Hal normal karena memulai pengalaman tentang benda, peristiwa, dan keterhubungan dalam kehidupan anda yang layak disyukuri. Katakan dalam hati “Cinta... tanpa sadar ... kebahagiaan dan cinta,” sambil menarik dan mengeluarkan nafas disering dengan jeda beberapa detik. Lakukan selama 3-4 menit.
Setelah beberapa menit, biarkan segala pikiran anda dan berikan kesadaran anda sepenuhnya pada jantung anda. Rasakan detak jantung, suara dan sensasi. Pindahkan kesdaran anda dari jantung ke kedua belah tangan, dan rasakan detak jantung berpindah ke tangan. Ketika tekanan darah di tangan naik dan tangan makin hangat sebelum pindahkan kesadaran ke muka, mata, sehingga aliran darah di muka anda terasa panas, sebelum mengembalikan kembali kesadaran ke jantung.
Setarakan dengan detak jantung dengan sinar jiwa yang berdetak seirama dengan cinta knowingness dan bliss. Sebarkan ke seluruh tubuh sampai cahaya redup, karena sudah menyebar keseluruh tubuh. Buka mata.

“Bayangkan bahwa intensi anda mampu memberi kesembuhan bagi orang lain tidak dalam kondisi sehat.”

Prinsip 5: Harness your emotional turbulence (Moksha)
Latihan 8: Cari tempat yang tenang. Mulai meditasi, tutup mata dan bayangkan peristiwa atau situasi pada masa lalu yang sangat memalukan bagi anda. Perasaan sakit atau membangkitkan kemarahan anda. Bayangkan serinci mungkin kejadian itu apabila memungkinkan.
Sebutkan sebuah kata yang cocok untuk menggambarkan semua perasaan anda pada saat itu, sebelum fokus pada kata itu sendiri. Perlahan alihkan perhatian anda dari kata ke tubuh. Sensasi fisik adalah perasaan anda sebagai hasil dari menghidupkan kembali emosi, aspek mental dan fisik yang tidak dapat dipisahkan. Perut mengeras atau tangan mengepal adalah tanda dari rubuh anda. Semua rasa ini menjadi tanggung jawab anda dalam menanggapi. Pusatkan perhatian pada bagian tubuh yang sakit dan buang lewat nafas anda. Bayangkan anda bertemu dengan orang tersebut, mengatakan semua yang anda rasakan dan diakhiri dengan apa yang anda harapkan di kemudian hari. Diam sejenak agar mencapai tahap kesadaran lebih tinggi. Dengan melakukan hal ini secara konsisten anda bebas dari emosi yang tak menentu dan menyakitkan.
Latihan 9: Komunikasi tanpa kekerasan melalui 4 tahap, yaitu:
a) Pisahkan pengamatan dari evaluasi
Nyatakan apa yang terjadi bukan mendasarkan diri pada interpretasi yang anda lakukan. Ketika anda merasa menanggapi dengan reaksi emosional, berhenti sejenak dan coba mencerna perbedaan antara interpretasi anda dengan apa yang sebenarnya terjadi.
b) Tentukan perasaan-perasaan anda
Berpikirlah, perasaan apa yang timbul dari situasi itu? Gambarkan perasaan anda dengan kata-kata pada apa yang menjadi tanggung jawab anda dan hindari kata-kata yang menyadikan anda seolah seorang korban atau menyalahkan orang lain. Hindari kata-kata: dilalaikan, dikhianati, ditolak, ditipu, tidak didukung dll.
c) Nyatakan keinginan-keinginan anda secara jelas
Bertanya pada diri. Apa yang saya perlukan dalam situasi ini? Identifikasikan secara spesifik mungkin. Dimulai dari reaksi atas perasaan anda, misal: sendiri, maka perlu teman->tidak punya teman akrab->teman berada di tempat jauh dst. “Rantai” ini dapat diputus dengan anda mencari teman lain untuk diajak pergi bersama.
d) Bertanyalah, jangan meminta
Setelah mengetahui apa kebutuhan kita, kita siap membuat permohonan. Orang tidak suka dimintai, namun suka dimohon. Contoh:”Cepat ambil pakaian kotor” diganti dengan bertanya “Maukah anda mengambil pakaian kotor?”
Latihan 10: Menyembuhkan kemarahan masa kecil (10 menit)
Bayangkan 24 jam sebelumnya. Apa yang anda kerjakan? Apakah ada hal yang membuat anda takut atau marah? Bayangkan secara rinci, dan rasakan (misal: marah, tidak sabar menunggu) pada tubuh anda begitu pula emosi yang bergejolak dalam pikiran.
Bayangkan satu tahun silam, atau apa yang anda ingat pada saat itu. Kuatir, marah, apakah sama seperti yang dirasakan kemarin.
Bayangkan masa masa kecil anda . Fokus pada situasi yang membuat anda takut atau marah. Bandingkan dengan yang dirasakan kemarin. Coba ingat insiden pada masa kecil anda saat anda marah besar? Bawa pengalaman ini ke dalam kesadaran anda. Cari apa atau siapa yang membuat anda marah atau takut. Rasakan sensasi yang diakibatkan oleh perasaan itu. Setelah itu selama beberapa menit, rasakan semua akumulasi rasa itu, takut dan ego. Hapus rasa itu mulai dari masa kecil sampai kemarin dari jiwa anda. Bayangkan semua perasaan itu hilang digantikan dengan kebahagiaan.
Latih ini setiap kali ada problem kemarahan (contoh) dan akar permasalahan. Disarankan dilakukan pada malam hari, sebelum tidurm maka saat bangun pagi dipenuhi dengan kebahagiaan tanpa sisa rasa marah.

“Bayangkan anda dapat memilih perasaan emosional apapun yang ingin anda rasakan.”





Prinsip 6: Celebrate the dance of the cosmos (Shiva Shakti)
Latihan 11: Duduk dengan nyaman dan pejamkan mata. Perhatikan nafas anda. Setelah beberapa menit pusatkan perhatian pada jantung. Bayangkan jantung anda diselimuti cahaya. Dalam lingkup cahaya tergambar dua atau tiga hal-hal divine atau enerji-enerji bersifat kedewaan (archetypal). Lanjutkan dengan gambarkan bahwa tubuh anda diselumuti cahaya. Cahaya makin membesar memenuhi seluruh ruangan. Teruskan sampai cahaya menyelimuti seluruh kota bahkan seluruh negara. Sekarang lihat seluruh dunia berada dalam diri anda, Katakan “Saya tidak dalam alam semesta’ alam semesta ada dalam diri saya”
Teteap duduk atau berbaring, rasakan sensasi dalam tubuh. Gatal-gatal atau gembira. Setelah dua atau tiga menit bukalah mata. Latihan selesai.

“Bayangkan bahwa diri anda kuat bagai gunung.”

Prinsip 7: Accessing the conspiracy of improbabilities (Ritam)
Latihan 12: Pergi ke suatu tempat ramai, misal Mal. Beli sesuatu untuk dimakan dan duduk di kurusi. Tutup mata, dengan penuh kesadaran, rasakan makanan itu, bau, rasa, seratnya. Tetap dengan mata terpejam, ambil perhatian terhadap suara-suara yang terdengar. Musik di latar belakang? Pembicaraan orang yang duduk atau berdiri di dekat anda. Pusatkan perhatian pada kesadaran tubuh anda, rasakan apapun disekeliling anda. Keras/lemah kursi anda, terbuat dari kain atau logam. Buka mata dan lihat semua aktivitas yang ada. Kembali tutup mata dan bayangkan sekali lagi apa yang ada alami – bau, rasa, bunyi, tekstur, warna dan lain-lain. Lanjutkan dengan menikmati baru roti matang, suara musik, lukisan di dinding. Tanyakan pada diri andan kisah itu. Tanyakan pada diri non-lokal kisah itu kepada diri anda.

“Bayangkan anda dapat melihat makna tersembunyi di balik peristiwa-peristiwa.”

Sunday, June 3, 2007

Know How From Ram Charan

Charan, Ram, Know-How, The 8 Skills that Seperate People Who Perform from Those Who Don’t, Crown Business, New York, 2007.

1. Positioning dan repositioning agar bisnis mampu menghasilkan uang dengan memenuhi kebutuhan pelanggan. Mengubah orientasi bisnis agar mampu bersaing. Contoh: Walmart eceran dibedakan dengan Sam Club barang yang lebih eksklusif guna menyaingi Target.

2. Pinpointing External Change tentang perubahan-perubahan eksternal senantiasa terjadi dan perusahaan harus mampu melihat dari perspektif pelanggan. I-pod dengan i-tune atau serat optik dari Verizon mengubah tatanan bisnis yang sudah ada dan Anda harus mampu mengantisipasi tren atau apa yang akan terjadi kelak dikemudian hari. Peluang bisnis muncul dari problem saat ini seperti krisis enerji membuat GE mulai memproduksi turbin.

3. Leading the Social System tentang pengelolaan sumber daya manusia. Pemimpin harus dapat menciptakan iklim sehingga ada kebebasan berpikir dan mengemukakan pendapat atau sesi yang merangsang terjadi koordinasi antar personal dalam organisasi guna meraih tujuan bersama.

4. Judging people tentang bagaimana mencari pemimpin. Perlu waktu untuk mencari dan memahami bakat. Terkadang perlu dilakukan uji coba terhadap para calon kandidat. Ada kriteria-kriteria, untuk industri tertentu, yang harus dimiliki oleh kandidat pemimpin. Selain menyangkut kompetensi juga terkait dengan kompatibilitas dengan atas dan terutama sekali hubungan menyamping – level sama.

5. Molding a Team tentang bagaimana membentuk tim agar terjadi koordinasi demi kemajuan perusahaan bukan tujuan partial. Mulai dari menentukan tujuan bersama, mengkoordinasikan anggota agar mau mengemukakan pendapat. Pemimpin harus memahami semua lewat keterbukaan, kepercayaan, kejujuran sambil mampu meredam konflik, umpan balik sekaligus melakukan mentoring.

6. Setting Goals tentang menentukan tujuan yang spesifik, terukur, sesuai visi, strategi namun tetap berpijak di bumi dimana setiap orang bersedia mengejarnya karena mereka mengetahuinya lewat dipaparkan secara terus menurus oleh pemimpin.

7. Setting Laser-Sharp Priorities tentang penetapan prioritas untuk tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Jika tidak ada prioritas, maka sumberdaya yang diperlukan tidak terfokus – mencoba segala, membuang waktu dan energi dan hal ini berbahaya dalam jangka panjang, Prioritas harus jelas, spesifik dan yang terpenting, dapat dikerjakan. Perhatikan: important, urgent, long vs. short term dan realistik vs. visioner. Salah menentukan prioritas biasanya terjadi karena tidak cukup informasi, mengindari konflik atau gagal memilah komplektisitas.

8. Dealing with Forces Beyond the Market tentang hal-hal yang terjadi di luar kendali perusahaan seperi isu pencemaran, harga minyak, organik vs. rekayasa, kesehatan, kesehatan, migrasi dll.

Personal traits that can help of interfere with the know-hows
- Ambition – to accomplist something noteworthy BUT NOT win at all costs.
- Drive and tenacity – to search, persist, and follow through BUT NOT hold too long.
- Self-confidence – to overcome the fear of failure, fear of response, or the need to be liked and use power judiciously BUT NOT become arrogant and narcissistic.
- Psychological Openness - to be receptive to new and different ideas AND NOT shut other people down.
- Realism – to see what can actually be accomplished AND NOT gloss over problems or assume the worst.
- Appetite for learning – to continue to grow and improve the know-hows AND NOT repeat the same mistakes.


Jakarta, 4 April 2007

Handjojo