Monday, June 11, 2007

Synchrodestiny from Depak Chopra

Synchrodestiny (Depak Chopra)

Prinsip 1: You are a ripple in the fabric of the cosmos (Aham Brahmasmi)
Latihan 1: Putar CD musik yang menenangkan. Tutup mata dan pusatkan perhatian pada apa yang anda dengar untuk diproses oleh otak anda. Nikmati keheningan diantara pikiran dan perasaan pada saat itu.
Latihan 2: Ambil kertas dan pen untuk mencatat apa yang terlintas dapat pikiran, dalam bentuk kata singakt saja. Pertanyaan: Mengapa saya di sini? Tunggu respons. Mempunyai tujuan yang jelas akan membantu anda fokus pada intensi.

“Bayangkan bahwa anda termasuk dalam jalinan jalinan benang-benang kosmik yang menjalin semua itu.”

Prinsip 2: Through the mirror of relationship I discover my nonlocal self (Tat Tvam Asi)
Latihan 3: Pikirkan orang yang sangat menarik hati anda. Tulis 10 kualitas yang anda kagumi pada selembar kertas. Tulis cepat agar pikiran sadar tidak sempat berpikir. Lalu, bayangkan orang yang sangat anda benci, tulis 10 kualitas apa saja yang tidak anda sukai di sisi lain pada kertas yang sama. Tulis 3 kualitas yang tidak anda sukai dari orang 1 dan 3 kualitas yang anda sukai dari orang 2. Lingkari kualitas orang 1 yang ada pada diri anda. Lihat kembali daftar kualitas yang tidak anda lingkari, pastikan bahwa kualitas ini memang tidak anda miliki.
Lihak kembali daftar yang anda lingkari, ambil tiga yang paling sesuai dengan diri anda dan tulis di belakang kertas.
Latihan 4: Ucapkan Namaste (=jiwa dalam diri anda menghormati jiwa yang ada dalam diri orang lain) dalam hati ketika beradu pandang dengan orang yang anda temui. Berlatih beberapa hari, maka anda akan menemukan bahwa anda berada pada aras yang sama dengan orang tersebut.

“Bayangkan bahwa ketika anda melihat alam semesta, anda memandang bayangan anda di cermin.”

Prinsip 3: Master your inner dialogue (Sat Chit Ananda)
Latihan 5: Cahaya dari jiwa anda tercermin pada mata.
Di depan cermin, tatap mata bayangan anda dan dalam hati ucapkan 3 prinsip dasar self-referral.
- Katakan pada diri anda “Saya sama sekali bebas dari opini baik atau buruk dari orang lain.”
- “Saya tidak berada di bawah siapapun.”
- “Saya tidak takut menghadapi segala tantangan.”
Ingat: hanya memandang bayangan mata di cermin, bukan ekspresi wajah.

“Bayangkan anda memandang dunia ini dengan kebahagiaan dan damai.”




Prinsip 4: Intent weaves the tapestry of the universe (San Kalpa)
Latihan 6: Cari tempat tenang dan tulis, pada kertas, apa saja yang anda inginkan seperti: material, penghargaan diri, keterhubungan, keinginan spiritual, self-esteem. Buat spesifik mungkin.
Misal: ingin menyekolahkan anak ke mancanegara, punya perpustakaan besar (sendiri), hubungan dengan anak, bawahan, teman, mitra (orang lain), sumbangsih bagi masyarakat, negara (lebih umum).
Simpan catatan ini dan lihat dan baca dua kali sehari agar tetap fokus.
Latihan 7: Pergi ke tempat sepi, dan selama 5 minit tempatkan kesadaran anda pada nafas. Dilanjutkan dengan meletakkan kesadaran mental pada jantung, di tengah dada. Dengan perhatian di jantung, anda mulai merasakan jantung berdetak lebih keras. Hal normal karena memulai pengalaman tentang benda, peristiwa, dan keterhubungan dalam kehidupan anda yang layak disyukuri. Katakan dalam hati “Cinta... tanpa sadar ... kebahagiaan dan cinta,” sambil menarik dan mengeluarkan nafas disering dengan jeda beberapa detik. Lakukan selama 3-4 menit.
Setelah beberapa menit, biarkan segala pikiran anda dan berikan kesadaran anda sepenuhnya pada jantung anda. Rasakan detak jantung, suara dan sensasi. Pindahkan kesdaran anda dari jantung ke kedua belah tangan, dan rasakan detak jantung berpindah ke tangan. Ketika tekanan darah di tangan naik dan tangan makin hangat sebelum pindahkan kesadaran ke muka, mata, sehingga aliran darah di muka anda terasa panas, sebelum mengembalikan kembali kesadaran ke jantung.
Setarakan dengan detak jantung dengan sinar jiwa yang berdetak seirama dengan cinta knowingness dan bliss. Sebarkan ke seluruh tubuh sampai cahaya redup, karena sudah menyebar keseluruh tubuh. Buka mata.

“Bayangkan bahwa intensi anda mampu memberi kesembuhan bagi orang lain tidak dalam kondisi sehat.”

Prinsip 5: Harness your emotional turbulence (Moksha)
Latihan 8: Cari tempat yang tenang. Mulai meditasi, tutup mata dan bayangkan peristiwa atau situasi pada masa lalu yang sangat memalukan bagi anda. Perasaan sakit atau membangkitkan kemarahan anda. Bayangkan serinci mungkin kejadian itu apabila memungkinkan.
Sebutkan sebuah kata yang cocok untuk menggambarkan semua perasaan anda pada saat itu, sebelum fokus pada kata itu sendiri. Perlahan alihkan perhatian anda dari kata ke tubuh. Sensasi fisik adalah perasaan anda sebagai hasil dari menghidupkan kembali emosi, aspek mental dan fisik yang tidak dapat dipisahkan. Perut mengeras atau tangan mengepal adalah tanda dari rubuh anda. Semua rasa ini menjadi tanggung jawab anda dalam menanggapi. Pusatkan perhatian pada bagian tubuh yang sakit dan buang lewat nafas anda. Bayangkan anda bertemu dengan orang tersebut, mengatakan semua yang anda rasakan dan diakhiri dengan apa yang anda harapkan di kemudian hari. Diam sejenak agar mencapai tahap kesadaran lebih tinggi. Dengan melakukan hal ini secara konsisten anda bebas dari emosi yang tak menentu dan menyakitkan.
Latihan 9: Komunikasi tanpa kekerasan melalui 4 tahap, yaitu:
a) Pisahkan pengamatan dari evaluasi
Nyatakan apa yang terjadi bukan mendasarkan diri pada interpretasi yang anda lakukan. Ketika anda merasa menanggapi dengan reaksi emosional, berhenti sejenak dan coba mencerna perbedaan antara interpretasi anda dengan apa yang sebenarnya terjadi.
b) Tentukan perasaan-perasaan anda
Berpikirlah, perasaan apa yang timbul dari situasi itu? Gambarkan perasaan anda dengan kata-kata pada apa yang menjadi tanggung jawab anda dan hindari kata-kata yang menyadikan anda seolah seorang korban atau menyalahkan orang lain. Hindari kata-kata: dilalaikan, dikhianati, ditolak, ditipu, tidak didukung dll.
c) Nyatakan keinginan-keinginan anda secara jelas
Bertanya pada diri. Apa yang saya perlukan dalam situasi ini? Identifikasikan secara spesifik mungkin. Dimulai dari reaksi atas perasaan anda, misal: sendiri, maka perlu teman->tidak punya teman akrab->teman berada di tempat jauh dst. “Rantai” ini dapat diputus dengan anda mencari teman lain untuk diajak pergi bersama.
d) Bertanyalah, jangan meminta
Setelah mengetahui apa kebutuhan kita, kita siap membuat permohonan. Orang tidak suka dimintai, namun suka dimohon. Contoh:”Cepat ambil pakaian kotor” diganti dengan bertanya “Maukah anda mengambil pakaian kotor?”
Latihan 10: Menyembuhkan kemarahan masa kecil (10 menit)
Bayangkan 24 jam sebelumnya. Apa yang anda kerjakan? Apakah ada hal yang membuat anda takut atau marah? Bayangkan secara rinci, dan rasakan (misal: marah, tidak sabar menunggu) pada tubuh anda begitu pula emosi yang bergejolak dalam pikiran.
Bayangkan satu tahun silam, atau apa yang anda ingat pada saat itu. Kuatir, marah, apakah sama seperti yang dirasakan kemarin.
Bayangkan masa masa kecil anda . Fokus pada situasi yang membuat anda takut atau marah. Bandingkan dengan yang dirasakan kemarin. Coba ingat insiden pada masa kecil anda saat anda marah besar? Bawa pengalaman ini ke dalam kesadaran anda. Cari apa atau siapa yang membuat anda marah atau takut. Rasakan sensasi yang diakibatkan oleh perasaan itu. Setelah itu selama beberapa menit, rasakan semua akumulasi rasa itu, takut dan ego. Hapus rasa itu mulai dari masa kecil sampai kemarin dari jiwa anda. Bayangkan semua perasaan itu hilang digantikan dengan kebahagiaan.
Latih ini setiap kali ada problem kemarahan (contoh) dan akar permasalahan. Disarankan dilakukan pada malam hari, sebelum tidurm maka saat bangun pagi dipenuhi dengan kebahagiaan tanpa sisa rasa marah.

“Bayangkan anda dapat memilih perasaan emosional apapun yang ingin anda rasakan.”





Prinsip 6: Celebrate the dance of the cosmos (Shiva Shakti)
Latihan 11: Duduk dengan nyaman dan pejamkan mata. Perhatikan nafas anda. Setelah beberapa menit pusatkan perhatian pada jantung. Bayangkan jantung anda diselimuti cahaya. Dalam lingkup cahaya tergambar dua atau tiga hal-hal divine atau enerji-enerji bersifat kedewaan (archetypal). Lanjutkan dengan gambarkan bahwa tubuh anda diselumuti cahaya. Cahaya makin membesar memenuhi seluruh ruangan. Teruskan sampai cahaya menyelimuti seluruh kota bahkan seluruh negara. Sekarang lihat seluruh dunia berada dalam diri anda, Katakan “Saya tidak dalam alam semesta’ alam semesta ada dalam diri saya”
Teteap duduk atau berbaring, rasakan sensasi dalam tubuh. Gatal-gatal atau gembira. Setelah dua atau tiga menit bukalah mata. Latihan selesai.

“Bayangkan bahwa diri anda kuat bagai gunung.”

Prinsip 7: Accessing the conspiracy of improbabilities (Ritam)
Latihan 12: Pergi ke suatu tempat ramai, misal Mal. Beli sesuatu untuk dimakan dan duduk di kurusi. Tutup mata, dengan penuh kesadaran, rasakan makanan itu, bau, rasa, seratnya. Tetap dengan mata terpejam, ambil perhatian terhadap suara-suara yang terdengar. Musik di latar belakang? Pembicaraan orang yang duduk atau berdiri di dekat anda. Pusatkan perhatian pada kesadaran tubuh anda, rasakan apapun disekeliling anda. Keras/lemah kursi anda, terbuat dari kain atau logam. Buka mata dan lihat semua aktivitas yang ada. Kembali tutup mata dan bayangkan sekali lagi apa yang ada alami – bau, rasa, bunyi, tekstur, warna dan lain-lain. Lanjutkan dengan menikmati baru roti matang, suara musik, lukisan di dinding. Tanyakan pada diri andan kisah itu. Tanyakan pada diri non-lokal kisah itu kepada diri anda.

“Bayangkan anda dapat melihat makna tersembunyi di balik peristiwa-peristiwa.”

No comments: