Tuesday, June 26, 2007

Frustration

Dapat disebut ada 9 (sembilan) sumber frustasi, yaitu:

Career bottleneck
Generasi setelah PD II jumlahnya banyak dan hanya ada beberapa posisi untuk memimpin yang diperparah dengan banyaknya jenjang dalam organisasi. Tidak ada jaminan pekerjaan (job security) adalah problem utama bagi mereka yang berusia 40 – 50 tahun.
Work/life tension
Pekerja paruh baya ini adalah obyek yang dijepit komitmen akan anak-anak dan orang tua, dan pada saat bersamaan tanggung jawab mereka dalam pekerjaan sedang dalam tahap puncak.
Lengthening horizon
Mereka umumnya tidak punya tabungan yang cukup atau menyiapkan diri menghadapi pensiun atau bekerja paska pensiun karena mereka adalah tukang belanja dan tidak punya tabungan.
Skills obsolescence
Banyak yang perlu berjuang untuk mempelajari cara dan metode baru ketika mengelola era informasi. Yang dibutuhkan mereka bukanlah gaji yang tinggi namun menambah keahlian dan ketrampilan.
Disillusionment with employer
Di sini tercakup rasa tidak aman dan tidak percaya karena gelombang downsize disamping adanya jurang yang dalam antara gaji atasan dan gaji bawahan.
Burnout
Mereka yang sudah bekerja 20 tahun atau lebih atau bosan dan tertekan, menemukan bahwa pekerjaan tidak menarik lagi dan berulang-ulang, sehingga kurang bersemangat untuk bekerja dan mengatasi kondisi itu.
Career disappointment
Peran mereka dan dampak pekerjaan mereka gagal untuk ukuran mereka yang masih muda usia dan penuh ambisi.

Solusi:
- Fresh assigments
- Career change
- Mentoring colleagues
- Fresh training
- Sabbaticals (keluar dari rutin kegiatan sehari-hari)
- Expanding leadership development

(Diringkas dari HBR, March 2006)

No comments: