Charan, Ram, Know-How, The 8 Skills that Seperate People Who Perform from Those Who Don’t, Crown Business, New York, 2007.
1. Positioning dan repositioning agar bisnis mampu menghasilkan uang dengan memenuhi kebutuhan pelanggan. Mengubah orientasi bisnis agar mampu bersaing. Contoh: Walmart eceran dibedakan dengan Sam Club barang yang lebih eksklusif guna menyaingi Target.
2. Pinpointing External Change tentang perubahan-perubahan eksternal senantiasa terjadi dan perusahaan harus mampu melihat dari perspektif pelanggan. I-pod dengan i-tune atau serat optik dari Verizon mengubah tatanan bisnis yang sudah ada dan Anda harus mampu mengantisipasi tren atau apa yang akan terjadi kelak dikemudian hari. Peluang bisnis muncul dari problem saat ini seperti krisis enerji membuat GE mulai memproduksi turbin.
3. Leading the Social System tentang pengelolaan sumber daya manusia. Pemimpin harus dapat menciptakan iklim sehingga ada kebebasan berpikir dan mengemukakan pendapat atau sesi yang merangsang terjadi koordinasi antar personal dalam organisasi guna meraih tujuan bersama.
4. Judging people tentang bagaimana mencari pemimpin. Perlu waktu untuk mencari dan memahami bakat. Terkadang perlu dilakukan uji coba terhadap para calon kandidat. Ada kriteria-kriteria, untuk industri tertentu, yang harus dimiliki oleh kandidat pemimpin. Selain menyangkut kompetensi juga terkait dengan kompatibilitas dengan atas dan terutama sekali hubungan menyamping – level sama.
5. Molding a Team tentang bagaimana membentuk tim agar terjadi koordinasi demi kemajuan perusahaan bukan tujuan partial. Mulai dari menentukan tujuan bersama, mengkoordinasikan anggota agar mau mengemukakan pendapat. Pemimpin harus memahami semua lewat keterbukaan, kepercayaan, kejujuran sambil mampu meredam konflik, umpan balik sekaligus melakukan mentoring.
6. Setting Goals tentang menentukan tujuan yang spesifik, terukur, sesuai visi, strategi namun tetap berpijak di bumi dimana setiap orang bersedia mengejarnya karena mereka mengetahuinya lewat dipaparkan secara terus menurus oleh pemimpin.
7. Setting Laser-Sharp Priorities tentang penetapan prioritas untuk tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Jika tidak ada prioritas, maka sumberdaya yang diperlukan tidak terfokus – mencoba segala, membuang waktu dan energi dan hal ini berbahaya dalam jangka panjang, Prioritas harus jelas, spesifik dan yang terpenting, dapat dikerjakan. Perhatikan: important, urgent, long vs. short term dan realistik vs. visioner. Salah menentukan prioritas biasanya terjadi karena tidak cukup informasi, mengindari konflik atau gagal memilah komplektisitas.
8. Dealing with Forces Beyond the Market tentang hal-hal yang terjadi di luar kendali perusahaan seperi isu pencemaran, harga minyak, organik vs. rekayasa, kesehatan, kesehatan, migrasi dll.
Personal traits that can help of interfere with the know-hows
- Ambition – to accomplist something noteworthy BUT NOT win at all costs.
- Drive and tenacity – to search, persist, and follow through BUT NOT hold too long.
- Self-confidence – to overcome the fear of failure, fear of response, or the need to be liked and use power judiciously BUT NOT become arrogant and narcissistic.
- Psychological Openness - to be receptive to new and different ideas AND NOT shut other people down.
- Realism – to see what can actually be accomplished AND NOT gloss over problems or assume the worst.
- Appetite for learning – to continue to grow and improve the know-hows AND NOT repeat the same mistakes.
Jakarta, 4 April 2007
Handjojo
Sunday, June 3, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment