Monday, July 16, 2007

Michael Bloomberg

Bloomberg


Michael Rubens Bloomberg bekerja sebagai menjadi pialang (trader) sejak tahun 1970 di Solomon Brothers. Lulus tahun 1966 dan karir melesat pesat karena pada tahun 1970 sudah diangkat menjadi partner. Dia sudah sangat menyukai tempat bekerja ini, namun dia memicu konflik yang membuatnya dia harus tersingkir dan menjalankan perusahaan sistem komputer yang baru didirikan. Tidak lama, Solomon Brothers menjadi perusahaan publik sebelum merjer dengan Phibro – yang menyatakan bahwa beberapa mitra termasuk Bloomberg tidak dapat bekerja lagi di sana. Dengan pesangon berupa surat-surat berharga Solomon-Phibro dengan kisaran nilai $ 10 juta, Bloomberg meninggalkan perusahaan yang sudah lama menjadi tempat tumpuannya pada tahun 1981. Berbeda dengan rekan-rekan lainnya, Bloomberg paham komputer, dimana ini menjadi keunggulannya.

Pertama kali Bloomberg merekrut teman-temannya guna mendirikan perusahaan dengan misi membantu melakukan komputerisasi di Wall Street dan operasi-operasi keuangan lainnya yang memperdagangkan surat berharga pendapatan tetap. Mereka akan diberi sejumlah data (misal :spesifikasi obligasi perushaan), alat-alat untuk analisis yang memungkinkan para penggunanya melakukan manipulasi data (misal: menghitung nilai relatif antara obligasi Pemerintah vs. Obligasi perusahaan, melakukan proses transaksi dan menciptakan sistem yang memungkinkan pialang – bagian depan, berhubungan dengan bagian belakang (back-office).

Tawaran paket jasa keuangan ini relatif baru dan tidak dengan mudah dirancang dan perlu waktu lama. Baru pada tahun 1982 berdirilah perusahaan Bloomberg L.P. yang mengenalkan jasa di atas dengan nama Sistem Pasar Inovatif (Innovative Market Systems) yang mendapat pesanan pertama kali dari Merrill Lynch. Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan jasa pelayanan ini membuat banyak perusahaan, kemudian, memakainya.

Penyediaan data real-time digabung dengan data historis dan analisis yang akurat serta dikomunikasikan lewat media elektronik, televisi dan radio membuat Bloomberg L.P. berkembang pesat. Merasa hidupnya sudah mapan dengan menjadi milyander, Bloomberg mencalonkan diri menjadi menjadi walikota New York pada tahun 2001. Kampanye dengan dana pribadi ini ternyata sukses dan Bloomberg menggantikan Rudolph Guiliani menjadi walikota. Pada tahun 2005, Bloomberg terpilih kembali sebagai walikota New York untuk masa jabatan kedua.

Thursday, July 12, 2007

Asal-usul Call Center

CALL CENTER

Sering kita melihat nomor telepon dengan angka depan 0 dalam format 0-XXX-1-XXX-XXX atau dengan format lebih pendek 0-XXX-XXX. Ciri-ciri nomor yang dipakai adalah nomor yang tergolong mudah diingat orang atau lebih dikenal dengan sebutan ‘nomor cantik’ disertai dengan embel-embel pulsa gratis. Bagi yang sering bepergian menggunakan pesawat pasti ingat dengan nomor call center Garuda Indonesia yaitu 0-807-1-807-807. Bagi yang sedang iseng, cobalah membaca tube odol, sabun mandi cair dalam kemasan, deterjen atau cream pencuci muka, beberapa produk makanan dalam kemasan barangkali adalah aplikasi call-center dalam dunia usaha di Indonesia.
Spirit awal call-center adalah adanya keinginan untuk sekelompok penghuni perumahan atau penduduk suatu kota/daerah tertentu, para usahawan, komunikasi antar tetangga atau organisasi nirlaba agar dapat ikut berperan serta dalam upaya-upaya perencanaan strategik Hampton pada kurun pertengahan dekade 1990-an di Amerika. Tujuan dari perencanaan strategik ini adalah konsep Kenyamanan bagi Kustomer (Customer Delight) atau bagaimana menjalin keterhubungan antara Pemerintah dengan Kustomer. Program Kenyamanan bagi Kustomer memberi janji “…melampaui harapan-harapan kustomer dengan menyediakan pelayanan yang tidak sesuai harapan atas kualitas produk yang ditawarkan.”
Para pemakai makanan kecil, sebagai contoh, merasa frustrasi dan tidak puas dengan produk yang diberikan produsen namun tidak dapat atau tidak tahu orang dari pihak produsen yang dapat dihubungi, dimana mereka mampu membantu mereka memecahkan problem yang dihadapi. Mungkin mereka yang kecewa ini dapat menghubungi kantor pusat atau pabrik – tidak tahu departemen yang tepat, namun setelah telepon diterima oleh operator, dioper-oper ke beberapa orang tertentu namun tetap tidak dapat menjawab problem mereka dengan tuntas. Problem ini adalah problem atar departemen atau divisi sehingga, sepcara prosedural, mereka harus mengisi formulir-formulir tertentu sebelum permohonan mereka ditanggapi.
Kustomer menginginkan:
1. Nomor yang dapat dihubungi dan mudah diingat
2. Dapat menjadi orang pertama yang dapat menampung problem mereka
3. Memiliki akses 24 jam
Ketiga keinginan dari kustomer ini, kemudian dipecahkan dengan cara membentuk tim sebelum digagas apa yang kemudian disebut dengan call center dan tentunya setiap call center diberi embel-embel pulsa menjadi beban call-center.