Tuesday, May 6, 2008

Hukum Murphy

Bagi para penumpang bis TransJakarta “akut” di pagi hari pasti pernah melihat koran tipis (16 halaman) cuma-cuma “Jakarta Free”’ yang teronggok rapi pada tempatnya atau dibagikan pada halte-halte bis TransJakarta. Sekarang, perhatikan halaman depan (cover). Di kanan atas akan anda temukan kotak iklan IBM dengan foto wanita Asia yang mengenakan sarung tinju berwarna biru. Postur badan tidak tampak seperti petinju wanita namun disampingnya terdapat teks “You vs. IT challenges, business, dilemmas, and Murphy’s Law.”
Pertanyaan apa itu hukum Murphy rupanya cukup menggelitik rasa ingin tahu. Bunyinya hukum Murphy sangat sederhana (tidak dialihbahasakan agar tidak mengurangi esensi dan rasa hormat terhadap pencetusnya) yaitu: “If anything can go wrong, it will.”

Hukum itu lahir pada tahun 1949 di pangkalan angkatan udara Amerika. Seorang kapten bernama Edward A. Murphy yang menjadi teknisi pada proyek angkatan udara MX981, dimana poyek itu dirancang guna mengetahui berapa besar daya penurunan kecepatan (deceleration) yang dapat ditahan oleh manusia pada saat terjadi kecelakaan pesawat. Suatu hari, setelah menukan sebuah alat tidak berfungsi, dia mencaci teknisi yang bertanggung jawab dengan mengatakan “If there is any way to do it wrong, he’ll find it.” Manajer proyek yang mendengar ‘cacian’ itu mencatat dan disebutnya dengan hukum Murphy. Selama beberapa tahun, dia mengubah menjadi seperti yang dikutip di atas dan diberi nama, sebelum populer dengan sebutan hukum Murphy.

Hukum Murphy terus berkembang ketika orang menambahkan beberapa kata, melakukan modifikasi kecil atau menggunakan pada disiplin ilmu atau bidang tertentu. Janganlah heran apabila ditemukan istilah hukum Murphy di bidang riset, filsafat, termodinamika bahkan hal-hal yang mungkin anda anggap konyol.

Penasaran dengan modifikasi hukum Murphy, coba simak beberapa pengembangan hukum Murphy lewat pernyataan-pernyataan di bawah ini:
- Nothing is as easy as it looks.
- Everytihing takes longer than you think.
- Anything that can go wrong will go wrong.
- Things get worse under pressure. (termodinamika)
- Smile... tomorrow will be worse. (filsafat)
- The chance of the bread falling with the buttered side down is directly proporsional to the cost of the carpet. (seperti anekdot)
- Enough research will tend to support your theory
.

Kembali ke iklan IBM di atas. Apa yang dimaksud dengan kalimat tersebut? Rasanya sulit dipahami, menghubungkan hukum Murphy dengan maksud iklan tersebut. Barangkali, IBM lewat komputer-komputer yang diproduksinya dapat menjawab problem-problem sulit dipahami tersebut. Esensi ini yang dapat saya tangkap setelah cukup lama berkutat berusaha memahami hukum Murphy lewat Internet.

No comments: